Kartu stok barang: cara membuat, mengisi, dan membacanya

Tim Bayarrin Diperbarui 5 menit baca

Kartu stok adalah catatan keluar-masuk satu jenis barang di satu lokasi, lengkap dengan saldo setelah setiap transaksi. Dari kartu stok Anda bisa menjawab empat pertanyaan sekaligus: berapa stoknya sekarang, dari mana barang datang, ke mana barang pergi, dan siapa yang mencatatnya.

Karena setiap baris menunjuk dokumen sumbernya, kartu stok juga menjadi alat pertama yang dibuka saat stock opname menemukan selisih.

Satu kartu untuk satu barang di satu lokasi

Aturan dasarnya: satu kartu hanya untuk satu barang di satu lokasi. Kalau minyak goreng disimpan di gudang induk, gudang cabang, dan tiga toko, berarti ada lima kartu stok minyak goreng. Total stok usaha adalah jumlah saldo kelima kartu itu.

Kartu gabungan untuk semua lokasi memang tampak lebih ringkas, tetapi tidak bisa menjawab pertanyaan yang paling sering muncul: barangnya kurang di mana? Saat stock opname menemukan selisih di Toko Kalibagor, yang perlu ditelusuri adalah kartu stok Toko Kalibagor, bukan angka total.

Kolom kartu stok

Di bagian atas kartu ditulis nama barang, kode, satuan terkecil yang dipakai, nama lokasi, dan stok minimum. Di bawahnya ada tabel dengan kolom berikut:

Kolom Isi Contoh
Tanggal Tanggal transaksi terjadi 3 Okt 2026
Nomor dokumen Dokumen sumber: surat jalan, faktur pembelian, rekap penjualan, berita acara opname SJ/PWT/2610/0088
Keterangan Asal, tujuan, atau jenis transaksi Terima dari Gudang Induk Purwokerto
Masuk Jumlah yang bertambah 120
Keluar Jumlah yang berkurang 36
Saldo Saldo setelah transaksi 264
Paraf Siapa yang mencatat Rina

Kalau Anda juga butuh nilai persediaan, tambahkan kolom harga pokok dan nilai saldo. Versi ini sering disebut kartu persediaan.

Cara mengisi kartu stok

  1. Buat kartu untuk setiap barang di setiap lokasi. Tulis nama, kode, satuan terkecil, lokasi, dan stok minimum.
  2. Isi saldo awal dari hasil stock opname terakhir, bukan dari perkiraan.
  3. Catat setiap mutasi saat terjadi, urut sesuai waktu, lengkap dengan nomor dokumennya. Jangan menunggu akhir hari.
  4. Hitung saldo di setiap baris: saldo baris sebelumnya ditambah masuk, dikurangi keluar.
  5. Cocokkan dengan fisik secara berkala. Selisih hasil stock opname dicatat sebagai baris penyesuaian dengan nomor berita acara, bukan dengan menimpa angka saldo.

Contoh kartu stok selama satu bulan

Minyak goreng 2 L di Gudang Cabang Sokaraja, Oktober 2026, satuan botol, stok minimum 60 botol. Semua nama dan nomor hanya ilustrasi.

Tanggal Nomor dokumen Keterangan Masuk Keluar Saldo
1 Okt SO/SKR/2609/01 Saldo awal, hasil opname 30 September 180
3 Okt SJ/PWT/2610/0088 Terima dari Gudang Induk Purwokerto 120 300
6 Okt SJ/SKR/2610/0131 Kirim ke Toko Banteran 48 252
9 Okt SJ/SKR/2610/0142 Kirim ke Toko Kalibagor 36 216
14 Okt RT/KLB/2610/004 Retur dari Toko Kalibagor, kemasan penyok 4 220
20 Okt SJ/SKR/2610/0168 Kirim ke Toko Banteran 60 160
24 Okt SJ/PWT/2610/0102 Terima dari Gudang Induk Purwokerto 96 256
28 Okt SJ/SKR/2610/0181 Kirim ke Toko Kalibagor 52 204
31 Okt SO/SKR/2610/01 Penyesuaian stock opname, 2 botol bocor 2 202

Kartu ini menceritakan lebih dari sekadar saldo akhir 202 botol:

  • Sepanjang Oktober, gudang menerima 220 botol (termasuk 4 botol retur) dan mengeluarkan 198 botol. Saldo awal 180 ditambah 220 dikurangi 198 sama dengan 202, jadi kartu ini konsisten.
  • Pengiriman ke toko mencapai 196 botol dalam 31 hari, atau sekitar 44 botol per minggu. Stok minimum 60 botol berarti cadangan gudang hanya cukup untuk kira-kira sepuluh hari. Kalau kiriman dari gudang induk butuh lebih lama dari itu, stok minimum perlu dinaikkan.
  • Retur pada 14 Oktober masuk lagi ke gudang. Barang retur yang tidak layak jual sebaiknya dipisahkan ke kartu atau lokasi barang rusak supaya tidak terkirim lagi ke toko.

Coba hitung saldo kartu stok

Isi saldo awal dan beberapa transaksi untuk melihat saldo berjalan dihitung baris demi baris. Kalkulator ini memakai tiga transaksi pertama dari contoh di atas sebagai isian awal.

Kartu stok, laporan stok, dan stock opname

Ketiganya saling melengkapi, tetapi menjawab pertanyaan yang berbeda:

Dokumen Menjawab Cakupan
Kartu stok Bagaimana stok satu barang berubah dari waktu ke waktu Satu barang, satu lokasi, semua transaksi
Laporan stok Berapa posisi stok semua barang pada satu tanggal Semua barang, satu atau semua lokasi, satu titik waktu
Stock opname Apakah catatan sama dengan barang yang benar-benar ada Barang yang dihitung fisik pada waktu tertentu

Kartu stok di kertas, Excel, atau aplikasi

  • Kartu kertas murah dan mudah dipahami, tetapi rawan hilang, ditulis belakangan dari ingatan, dan tidak bisa dijumlahkan antar-lokasi tanpa menyalin ulang.
  • Excel lebih fleksibel, tetapi rumus mudah rusak, satu file per lokasi sulit digabung, dan sulit tahu siapa yang mengubah angka.
  • Aplikasi membentuk kartu stok otomatis dari transaksi yang sudah dicatat, seperti penerimaan, surat jalan, dan penjualan. Saldo semua lokasi bisa dilihat bersamaan, dan setiap perubahan tercatat beserta pelakunya.

Pilihan mana pun yang dipakai, prinsipnya sama: setiap baris harus punya dokumen sumber, dan saldo tidak boleh diubah tanpa baris penyesuaian.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencatat di akhir hari dari ingatan, sehingga urutan dan jumlahnya meleset.
  • Mencampur satuan, misalnya barang masuk dicatat per dus tetapi penjualan per bungkus.
  • Menimpa saldo saat ada selisih, sehingga jejaknya hilang.
  • Mengurangi stok saat surat jalan baru dibuat, bukan saat barang benar-benar berangkat.
  • Lupa mencatat retur, baik retur dari toko maupun retur ke supplier.

Kartu stok di Bayarrin

Di Bayarrin, kartu stok terbentuk sendiri dari penerimaan barang, surat jalan, penjualan kasir, dan stock opname. Setiap barang punya kartu per lokasi yang berisi saldo awal, masuk, keluar, saldo berjalan, nomor dokumen sumber, dan nama petugasnya. Log perubahannya tidak bisa diubah, jadi saldo selalu bisa ditelusuri kembali ke transaksi asalnya.

Baca juga